Monday, June 17, 2013

K-pop VS Madihin (Cerpen Budaya Banjar)

Minggu pagi di kamarku terdengar lagu K-POP kesukaanku yang menyeruak dari Handphonku. Seengaja ku mainkan sambil membaca buku yang baru saja ku beli judulnya “1001 hal tentang SUPER JUNIOR”

Namaku  Marsya aku anak tunggal, hanya seorang remaja berusia 14 tahun yang bersekolah di salah satu SMP Negeri di Banjarmasin. Sebagai pelajar kela 8 aku sangat suka dengan yang namanya KOREAN-POP atau sering disebut K-POP.


Sedang asyik-asyiknya aku mendengarkan lagu pintu kamar ku diketuk oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan ialah Ibu ku.

“sya sya..cepat keluar di panggil Ayah!”Teriak Ibu dari balik pintu. Karena suara musik ku yang terlalu keras aku harus mengecilkannya dulu. 

Ku sahut ucapan ibu.

“Males Bu…Palingan di suruh belajar Madihin!”Balasku.


“Ya..sudah terserah kamu saja.”Kata Ibu Lembut.


“Tunggu Bu! Marsya keluar” Aku berubah pikiran, membuka pintu dan kulihat ibu masih setia berdiri disana. Aku sedikit tersenyum.


“Ada apa Bu?”Tanyaku, tidak penasaran.


“Ibu tidak tahu langsung ke Ayah mu sana!” Ibu tak membalas senyum manis ku ini, berlalu membalikan badanya menunju dapur.


Aku pun pergi menemui ayah diruang keluarga, disana aku melihat ayah sedang membersihkan rebananya sebuah alat musik yang digunakan untuk bemadihin.

"Hiks itu lagi itu lagi" batinku
 

“Ada apa yah?”Tanya ku Malas.

“Duduk di sini”Ayah menepuk-nepukkan tangannya kelantai


“Kapan Perpisahan kakak Kelasmu?” Ayahku ini wajahnya saja yang sangar tapi sebenatnya ia sangat lemah lembut.


“Tiga minggu lagi” Aku hanya menjawab seadannya


“Kamu ingin menampilkan apa?”Tanya Ayah lagi,tapi kali ini aku belum sempat menjawab dan ayah langsung berkata.


“Kamu nampili Madihin aja yah? Ayah ajarin sampai bisa.” Saran Ayah yang terdengar memaksa


“Tidak usah yah, Marsya tidak bisa dan lagi waktunya terlalu sedikit untuk belajar”jawabku mencari-cari alasan.
 

 “Tenang saja biar Ayah ajarkan sampai Bisa”Bujuk Ayah lagi"

“Yah…Marsya dan teman-teman nanti mau nampilin Dance!” Jawabku kesal.
 

“Dance apa itu nak?”Ayah Mengerut kan dahinya.

“Dance Yah nari-nari ala girlband Korea, ini lagi tren yah, masa aku di suruh Madihin yang udah kuno,pokoknya aku gak mau.”aku marah dan pergi meninggalkan Ayah sendirian di ruangan itu.

Bagi yang belum tau madihin.Madihin itu berasal dari kata Madah dalam bahasa Arab yang berarti  "nasihat", tapi bisa juga berarti "pujian”  Madihin adalah sebuah genre puisi dari suku Banjar. Puisi rakyat anonym bergenre Madihin ini cuma ada di kalangan etnis Banjar di Kalsel saja

 .

“Woy! ko melamun aja siih dari upacara Bendera tadih knapa ada masalah?”Kata syela teman sebangkuku
 

“Gak ko bukan apa-apa.!’jawabku cuek

“Ehhemm…Yaudah kalo gak mau cerita, tapi mau ikut ke kantin kan Rizkha sama Putri udah Nunggu di luar?”


“Gak,kalian duluan aja”

 Yang ku pikirkan sejak tadih sikap ku kemarin pada Ayah..


“Apa ayah marah yah ? Apa aku turuti saja apa mau ayah ,tapi kenapa ayah menyuruh ku belajar Madihin?” Batinku bertanya-tanya.

sepanjang pelajaran hanya itu yang ku pikir kan tak terasa lonceng tanda pulang pun bebrbunyi.
aku di jemput oleh Ayah dengan motor yang biasa dia gunakan.
aku pun menaiki motor itu,sepanjang perjalanan aku hanya terdiam.Batinku masih bertanya-tanya tentang hal itu.


Sesampai dirumah pintu pagar di bukakan oleh ibu, ayah memasukan motornya ke garasi.
Aku masuk kamar, mandi lalu pergi keruang makan.di ruang makan ayah Bersikap dingin pada ku aku jadi tak enak dan aku menanyakan hal yang dari tadi jadi prtanyaan ku.

“Yah”Sapa ku pelan.Ayah tak mendengar.


“Yah”Untuk yang kedua kalinya,ternyata ayah menoleh dari koran yang di bacanya

.
“Kenpa siih Yah, ayah ingin aku belajar madihin?”Tanya ku sedikit gugup.ayah tak menjawab pertanyaan ku malah pergi entah kemana.tetapi setelah beberapa saat ayah kembali lagi dan duduk di samping ku.

“Lihat ini!”Kata Ayah,memberi ku sebuah album foto yang dari sampulnya saja sudah kelihatan tua sekali.


“Kenapa dengan album ini Yah?”


“Lihat saja!”


ku buka Album itu memang terlihat tua tapi tak ada debu sedikit pun mungkin ayah sangat merawatnya.


Terlihat Foto seorang gadis remaja yang mirip seperti ku memegang alat madihin dan di sampingnya Seorang laki-laki yang tak ku kenali.Aku bingung siapa gadis ini?


“Siapa Perempuan ini Yah?”Tanyaku bingung.


“Dia itu Nenek Kamu, nenek kamu adalah pemain Madihin terkenal di Banjarmasin ini dan beliau ingin anak cucunya bisa memainkanya seperti dia itu pesan nenekmu pada ayah, tapi apa mau dikata kamu tak mau dan mungkin Nenek kamu akan marah pada Ayah karna tak bisa Mengajari kamu dan Melestarikannya.


Nak yang kamu harus tau Madihin ataupun budaya kita telah tergeser oleh Zaman tak banyak orang yang bisa memainkannya.”Jelas Ayah,aku hanya Bisa terdiam seribu bahasa.

“Nenek Cantik banget yah ,Yah?”Tanyaku mencoba Mencairkan suasana.


“Ya Jelas canti kcoba Lihat Cucunya sekarang cantik juga kana apa lagi kalau mau belajar Madihin makin Cantik tuh!”Canda Ibu yang tiba-tiba datang membawa semangkuk Sup yang masih panas.
Aku pun berpikir sejenak….Sedetik….Duadetik…


“Ayah.”Panggilku.
 

“Ya?”
 

“Marsya mau Belajar Madihin dan juga nampilin nya di acara perpisahan kaka kelas Marsya nanti.”Kata ku dengan pasti.

“Bu,apa telinga ayah gak salah dengar niih?”Tanya ayah pada Ibu
 

“Aaaa… ayah Marsya gak bercanda..”Rengek ku manja dan memeluk Ibu.
 

“Syukurlah kalau begituh.kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan..sehabis makan  kita belajar yah kamu gak ada PR kan ?”

“Iya, ayah maafin Marsya ya yah?”Tanya ku lagi
 

“Tentang apa?”
 

“Marsya marah-marah sama Ayah kemarin?”
 

“Emhh..Ayah udah lupa tuh”Ayah tertawa kecil

.

“Syel,Put,Riz..Sepertinya aku tidak bisa ikut dance di acara perpisahan” Jelasku perlahan pada ketiga Sahabatku itu.


“Hah Kenapa ? Bukanya kita sudah latihan lagi pula acaranya tinggal beberapa minggu lagi?” Kata Rizkha sedikit kencang.

“Kuharap kalian bisa mengerti Ayahku menyuruhku untuk menampilkan Madihin jadi aku harus memilih salah satu, kalian bisakan tanpa aku…Ku mohon”
 

“Tentu,aku paham aku juga tau perasaan mu kau tak bisa melawan ayahmu kami bisa memahami mu iya kan?”Kata Putri..

“Baiklah..kami setuju Berjuang yang keras yah! Kami tunggu penampilanmu nanti”Syela tersenyum.yang otomatis membuat Putri dan Rizkha mengganguk.aku tersenyum dan memeluk
ketiga sahabatku itu.


     Hari demi hari terlewati…waktunya Dimulai.

Aku memakai Pakaian adat khan daerah Banjar.


“Marsya!”Teriak seeorang.


“Hay.Riz,Hy semua”Ternyata itu adalah ketiga sahabatku.


“Berjuang yah!”Kata Mereka hampir bersamaan.


“Pasti !”jawabku tegas

Penampilanku pun dimulai-
Aku membunyikan Rebana..sambil melantunkan Pantun-pantun,Puisi serta nasehat yang berbau Humor.hingga penonton tertawa terbahak-bahak.entah kenapa Aku sangat senang.


Usai sudah penampilan ku ,aku sukses membawakannya... ..Nenek Ayah Ibu Aku bisa.
Sekarang giliran temanku yang menari-nari di atas panggung.
Sekarang aku mengerti perasaan Nenek…
K-POP Bagus MADIHIN mungin Lebih BAGUS !

Selesai
Karya : Melati Pebria Anggraini :)

No comments:

Post a Comment