Monday, June 17, 2013

Puisi "Setangkai Bunga Di Rumah Sakit Kumuh Sarajevo"



Karya : Ajamudin Tifani.


Setangkai bunga !
Aku senang bunga,
Tapi tiba-tiba saja ada di dekat jendela
Siapa yang mengirimiku bunga pada sa’at belum musim begini ?
Aku ingin menjangkaunya,tapi tak bisa
Kaki ku kejang,tangan kananku lumpuh,aku demam
Barangkali karena infeksi,mereka memotong kaki kiriku dua hari yang lalu . .

Mereka iri pada kaki-kaki parara bocah bosnia,tuhanku
Aku leinia muradov aryadovic,delapan tahun umurku
Mereka panggil namaku hari itu
Aku terbingung-bingung,bahkan ketika rentetan tembakan menderu di halam rumah
Dan ayah,dan ibu,dan jalaleddin gaffarov kakakku tersungkur
Mandi darah,dada dan punggung mereka terkoyak oleh peluru
Dan suara mereka yang mengapung di awing-awang :
        LAAILLAHA ILLALLAHHHH…
        LAAILLAHA ILLALLAHHHH…
Tapi segera mereka meremas pundaku
Dan menghentakannya kuat-kuat
Dan menyeretku …

(ibu memanaskan yogurt dan susu domba
“rasullulah menajarkan bahwa dendam itu buruk,
Dan menghormati semua itu mulia,anakku”
Kata ibu sambil merapat pipinya ke pipiku
Ayah membaca surah yaasin,suaranya bergetar :
SALAAMUN KAULAMMIR RABBIRRAHIIMMM…
Di luar,menggemuruh ledakan pluru-pluru meriam
Aku menyelusup kepelukan bunda,o aku saksikan,
Air matanya langsung menjadi menjadi salju.)

Setangkai bunga, tanah air ku bosnia-herzegovina
Tiba-tiba saja engkau tercabik-cabik
Bosnia …licak oleh darah!
Duh,orang-orang Serbia, siapa tuhanmu ?
Mengapa tuhanmu begitu haus darah

Dan mengapa ,makananya kaki anak-anak Bosnia?
Mengapa ia begitu bengis, pada anak-anak pun ia mendendam
Pernahkah kau ajarkan rasa ma’af pada penganutmu?
Lihatlah kaki ku wahai, aku tak bisa lagi
Main lompat jangkit dengan kawan-kawanku
Aku akan di ejek oleh anak-anak lainya
Tidak! O, dapatkah mereka mengejekku,kalau
Kalau kaki-kaki mereka juga di potong dengan bengis ?

(kemaren mahmet karimovic,anak yang baik di sampingku
Meninggal dunia, kakinya sudah di potong, tapi terjadi pendrahan
Ia menjangkau tangn ku yang terulur untuknya
Dan aku belum selesai berucap;inna lillahi wainna ilahi…
Tepat ketika dua orang tentara Serbia masuk,ia menyamar
Seperti dokter.mereka berkata sambil tertawa ”hari ini,baru seribu orang anak Bosnia di potng kakinya..”
Aku menangis,tapi salah seorang menendang tulang iga ku
O,karimovic ,aku tak merasakan sakitnya
Aku menangis,tapi kemana air mataku?
O,karimovic,sahabat,pergilah dengan tenang
Sebutlah “SYAHADATAIN” itu . ..
Karimovic,allah,mereka seret tubuhmu,seperti mereka menyeret seonggok bangkai anjng
Aku menangis sejadi-jadinnya,tapi,kakiku ngilu
Lalu aku pun tenggelam dalam bius demam yang beku)


Ada setangkai bunga
Dekat jendela.aku senang bunga
Tapi aku tak memilih dendam,walau pun mereka
Dengan mata bengis menatap kami,
Memukuli kami yang kini pincang
Mencaci maki kami dengan kata-kata dan panggilan yang kotor
Kami di beri makan tiga hari sekali
Sejumput kulit roti,seteguk air
O,kawan-kawanku yang kurus pucat bersabarlah
Telanlah duka cita ini, Allah labih tau nasib kita
Bahwa berzikir itu lebih baik dari menangis
Sholatlah, walau pun dengan isyarat mata, hentikan ratapan
Dan serahkanlah pada Allah, termasuk pemandangan biadap
Yang kemarin di paksakan kepada kita,untuk kita saksikan
Segerombolan anak yang mereka tutup matanya
Mereka giring ke halaman belakang
Mereka suruh anak-anak itu menyebut doa
Atas namamu,Robbi,setelah itu

Ya,setelah itu mereka lemparkan ketengah-tengah kerumunan itu
Sebiji granat,Tuhanku
Anak-anak yang berkelompok itu sekejap menjelma serpihan
Daging yang melengket di puing-puing
Itulah sebabnya,mengapa  aku enggan makam ya Allah

Ruangan ini berbau busuk
Bukan Cuma oleh darah dan nanah anak-anak
Tapi juga mayat,ya Robbi
Kami yang tak berdaya ini di kumpulkan dengan mayatmayat
Saudara kami
Kami sekarang demikian kurus-kurus,sementara mereka
Masih mengejar anak-anak miskin,siapa pun mereka
Yang dikhitan pasti di habisi
Paling tidak di canut…..bukan giginya tapi kakinya
Ya rabbi,ke hati sanubari yang dunia yang mana lagi
Kami jeritkan nestapa ini?

Kami tertidur dan terbangun oleh entakan tembakan meriam
Yang menggelegar tiap detik,dan warnanya merah darah
Mereka ingin memisahkan kami
memusnahkan kaum muslimin Bosnia –herzegovina
Mereka ingin menghapuskan islam ya Allah
Tapi,apa kesalahn kaki-kaki anak-anak Bosnia
Yang mereka potong dengan pisau tumpul
Mengapa anak-anak mereka musuhi?

O,ayah,ibu,malam ini tiga orang serdadu Serbia
Yang menyamar jadi dokter itu
Memeriksaku,
Aneh,aku dapat melihat seluruhnya
Seolah aku berada di atas pintu
Dan melihat tubuhku di perlakukan seperti sampah
Ah, aku melihat bagaimana mereka mencincang tubuhku,dan memberikannyan pada anjing-anjing mereka
Aneh,aku tak merasa sakit
Dan aneh aku melihat atap rumah sakit kumuh Sarajevo ini
Terbuka,dan aneh kakiku sempurna
Dan cahaya cemerlang tumpah ruah di atasnya

Tiba-tiba ku dengar suara seseorang memanggilku
Suarnya begitu lembut :
“lainia muradop aryadovic”,oh wajahnya begitu cemerlang
“siapa tuan ?”tanyaku gemetar
“saya jibril”sahutnya rendah dan dalam
Tiba-tiba pula aku mendengar jeitan yng pedih dan sengsara
Begitu serak,begitu derita dan azab
“siapa itu?”tanyaku,dia tak menjawab
Tapi ia menuntunku ke suatu lembah,sekejab
Kami toba di sana:ya tuahanku,menga orang-orang itu ?
Mereka memotongi kaki mereka sendiri
Tapi,tiap kaki-kaki itu terpotong,bersambung lagi
Dan mereka memotongnya lagi dengan rasa pedih yang hebat
Aku jatuh iba pada orang itu
“tak dapatkah tuan menolongnya ?kalau ia bersalah
Kepada tuan,tak dapatkah tuan mema’afkannya?"
dia yang berwajah  cemerlang itu diam
Tapi aku bertanya lagi “siapakah dia sebenarnya ?”
Tuan itu menjawab;”dia Radavon Karadzic,dan Sladopan
Miladzevic”>

Kini aku lah yang terdiam …
Subhanallah,seruku dalam hati !....






                                                                       

2 comments: